Manfaat Dongeng Untuk Anak
Di zaman modern seperti
sekarang ini, dongeng sudah tidak lagi menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh
orangtua dan anak sebelum tidur. Anak-anak sudah tidak pernah mendengarkan
dongeng dari orangtua mereka karena kesibukannya masing-masing walaupun masih
ada sebagian orangtua yang masih membiasakan berdongeng untuk ananknya.
Dulu sewaktu kita masih kecil
pasti kita sering mendengarkan dongen baik dari orangtua, guru, senior di
sekolah atau bahkan teman kita sendiri sering bercerita/berdongeng. Bahkan
acara televisipun sering menayangkan cerita-cerita legenda-legenda rakyat dan
dongeng-dongeng internasional. Banyak tokoh di dalam dongeng yang menjadi
inspirasi atau idola anak-anak pada zaman itu. Namun di zaman sekarang tidak
ada acara yang mengangkat cerita-cerita rakyat.
Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan semakin maraknya
acara televisi atau game online
membuat anak-anak lebih memilih untuk menonton atau main game dibandingkan
mendengarkan dongeng. Padahal dongeng memberikan banyak manfaat untuk anak itu
sendiri. Kegiatan mendongeng dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang
terjalin antara orang tua dan anak.
Menurut KBBI, dongeng
merupakan cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi terutama cerita zaman
dahulu yang aneh. Dongen juga termasuk cerita tradisional adalah cerita yang
disampaikan secara turun temurun. Suatu cerita tradisional dapat disebar secara
luas ke berbagai tempat. Kemudian cerita itu disesuaikan dengan kondisi daerah
setempat.
Menurut Anna (2011) dongeng
merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata,
menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna
hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan
dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan
secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa
membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi, tergantung cara
penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Kisah dongeng
yang sering diangkat menjadi saduran dari kebanyakan sastrawan dan penerbit,
lalu dimodifikasi menjadi dongeng modern. Salah satu dongeng yang sampai saat
ini masih diminati anak-anak ialah kisah 1001 malam dengan tokohnya bernama
Abunawas. Sekarang kisah asli dari dongeng tersebut hanya diambil
sebagian-sebagian, kemudian dimodifikasi dan ditambah, bahkan ada yang diganti
sehingga melenceng jauh dari kisah dongeng aslinya, kisah aslinya seakan telah
ditelan zaman.Sedangkan cerita yang berisi tokoh para hewan disebut dengan
fabel.
Kegiatan mendongeng di zaman
sekarang sudah tidak lagi sepopuler dulu. Padahal banyak manfaat dari kegiatan
dongeng tersebut. Adapun manfaat yang akan didapatkan oleh anak dari kegiatan
berdongeng yaitu sebagai berikut:
Pertama, mengasah daya pikir dan imajinasinya. Anak akan memvisualisasikan
latar, tokoh dan keseluruhan situasi yang terjadi dalam sebuah dongeng,
sehingga daya kreativitasnya dalam berimajinasi akan senantiasa dipicu. Dari
sinilah jika dongeng di berikan dengan kontinuitas yang relatif stabil maka
daya kreasi anak pun akan semakin terpicu untuk lebih kreatif lagi. Hal yang belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari
televisi. Jika menonton TV anak belum tentu mengembangkan daya visualnya karena
sudah ada gambar yang dapat dilihat dari suatu cerita tersebut. Hal ini akan
menyebabkan anak kurang kreatif. Jika dengan dongeng anak dapat membentuk
visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan. Ia dapat membayangkan
seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut bahkan
terkadang anak masuk kedalam salah satu tokoh dongeng itu. Lama-kelamaan anak
dapat melatih kreativitas dengan cara ini.
Kedua, metode penyampaian pesan moral
yang efektif. Stimulasi melalui dongeng akan mampu
merangsang kepekaan anak terhadap berbagai situasi sosial. Mereka akan belajar
untuk lebih berempati pada lingkungan sekitarnya. Dongeng akan mempermudah
orangtua dalam menyampaikan pesan moral kepada anaknya. Dalam hal ini, nasihat
atau pesan pesan moral yang disampaikan orang tua kepada anaknya, akan lebih
cepat diresapi dan diterima oleh pendengar (anak anak) melalui dongeng. Kemasan
cerita yang di pilih memang menjadi salah satu penentu muatan moral yang
disampaikan. Ada banyak nilai moral yang bisa kita petik dari dongeng, misalnya
kejujuran, kesetiakawanan, sifat rendah hati, pekerja keras, baik hati, suka
menolong, dan lain sebagainya. Orangtua yang membacakan dongeng bisa
menjelaskan dan mengajak anak untuk meneladani sifat baik sang tokoh utama,
serta nilai-nilai moral yang mulia yang ada pada dongeng. Dalam kondisi yang
rileks ketika sedang didongengkan, anak akan menyelami betul karakter baik para
tokoh, serta perilaku positif yang muncul dalam dongeng yang dimaksud. Dengan
demikian, mereka pun akan tumbuh dewasa sebagai pribadi yang hangat dan sangat
paham akan nilai moral dan etika yang berlaku di masyarakat.
Ketiga, menumbuhkan minat baca. Secara tak langsung, anak-anak yang
sering mendengarkan dongeng akan memiliki rasa penasaran yang lebih tinggi.
Baik dari segi penalarannya anak akan semakin kuat. Cara yang paling mudah
untuk mendongeng adalah dengan membacakan buku cerita kepada mereka. Jika ingin
memiliki anak yang mempunyai minat baca yang baik, maka mendongeng adalah jalan
menuju hal tersebut. Dengan memberikan cerita dongeng anak-anak, maka anak-anak
akan tertarik dan rasa penasaran ini membuat mereka ingin mencari tahu. Inilah
dimana keinginan untuk membaca menjadi semakin meningkat. Dengan membacakan
buku cerita yang menarik kepada anak adalah cara paling mudah yang bisa kita
lakukan. Diawali dengan buku-buku dongeng bergambar yang sering didengarnya,
kemudian meluas pada buku-buku lain seperti buku pengetahuan, sains, agama, dan
sebagainya.
Keempat, Dongeng menjadi sebuah jembatan
spiritual yang mengarah pada kedekatan emosional antara pendongeng dan
penyimaknya. Mendongeng kepada anak bisa
membangkitkan kecerdasan emosional mereka dan ini juga sarana hebat yang mampu
merekatkan hubungan ibu dan anak. Seperti yang kita tahu bahwa anak-anak
mempunyai kesulitan dalam mempelajari nilai-nilai moral dalam kehidupan. Dengan
dongeng maka kita bisa memberikan contoh melalui tokoh dalam cerita yang kita
dongengkan. Dongeng akan membantu anak dalam menyerap nilai-nilai emosional
pada sesama. Tidak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan emosional juga penting disamping
kecerdasan kognitif. Kecerdasan emosional sangat penting bagi kehidupan sosial
mereka kelak. Dalam hal ini
orang tua sebagai pendongeng akan mendapat nilai plus dari anaknya, sehingga
kedekatan emosional itu menjadi sebuah manfaat yang secara tidak langsung diperoleh
dari aktifitas mendongeng. Selain mendekatkan keakraban ibu dan anak,
mendongeng ternyata bisa membangun kecerdasan emosional anak. Anak-anak akan
belajar tentang nilai-nilai moral dalam kehidupan. "Anak-anak kecil sulit
untuk belajar tentang berbagai hal yang abstrak, seperti kebaikan pada sesama.
Tetapi dengan dongeng, anak akan terbantu dalam memahami nilai-nilai emosional
pada sesama.
Kelima, Meningkatkan Keterampilan dalam Berbahasa. Mendengarkan
dongeng merupakan salah satu stimulasi dini yang bisa digunakan untuk
merangsang keterampilan berbahasa pada anak. Anak yang sedang menyimak dongeng
secara otomatis juga akan memperhatikan kosa kata dan unsur-unsur bahasa
lainnya yang terkandung dalam dongeng tersebut. Dengan demikian, kemampuan
berbahasa mereka akan semakin meningkat. Dampak positif itu akan sangat terasa
ketika anak-anak sudah dewasa. Tutur kata mereka akan sangat rapi, logis, dan
memikat. Tidak hanya itu, mereka juga akan mampu menuliskan pendapat atau isi
pikiran ke dalam tulisan yang teratur dan mudah dipahami.
Keenam, Meningkatkan
keterampilan problem solving. Anak-anak yang sejak kecilnya sering
mendengarkan dongeng, ia akan terbiasa menghadapi berbagai masalah dan ia juga
mampu mengatasi masalah tersebut. Karena sejak didengarkan dongeng ia sudah
banyak mendengrkan isi dari cerita tersebut yang mengandung banyak unsur
masalah dan problem solvingnya.
Dari sekian manfaat dongeng untuk anak, orang tua hendaknya harus
bisa memilih dongeng yang sesuai untuk perkembangan psikologi anak dan yang
mengandung unsur mendidik anak. Dengan demikian mari kita budayakan kembali
mendongeng sebagai salah satu budaya yang memilki nilai nilai pelestarian
budaya yang luhur ini. Selain itu sisi
positifnya yang ada antara perkembangan psikologi anak, perkembangan wawasan
orang tua, serta hubungan antara orang tua dan anak bisa menjadi salah satu
alasan untuk kita membiasakan mendongeng kepada anak.
Mulyanah
Alumni Mahasiswa UIN Bandung
No comments:
Post a Comment