The Story of My Life

This is all about my life

Friday, March 22, 2013

Manfaat Dongeng Untuk Anak



Manfaat Dongeng Untuk Anak

Di zaman modern seperti sekarang ini, dongeng sudah tidak lagi menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh orangtua dan anak sebelum tidur. Anak-anak sudah tidak pernah mendengarkan dongeng dari orangtua mereka karena kesibukannya masing-masing walaupun masih ada sebagian orangtua yang masih membiasakan berdongeng  untuk ananknya.
Dulu sewaktu kita masih kecil pasti kita sering mendengarkan dongen baik dari orangtua, guru, senior di sekolah atau bahkan teman kita sendiri sering bercerita/berdongeng. Bahkan acara televisipun sering menayangkan cerita-cerita legenda-legenda rakyat dan dongeng-dongeng internasional. Banyak tokoh di dalam dongeng yang menjadi inspirasi atau idola anak-anak pada zaman itu. Namun di zaman sekarang tidak ada acara yang mengangkat cerita-cerita rakyat.
Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan semakin maraknya acara televisi atau game online membuat anak-anak lebih memilih untuk menonton atau main game dibandingkan mendengarkan dongeng. Padahal dongeng memberikan banyak manfaat untuk anak itu sendiri. Kegiatan mendongeng dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak.
Menurut KBBI, dongeng merupakan cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi terutama cerita zaman dahulu yang aneh. Dongen juga termasuk cerita tradisional adalah cerita yang disampaikan secara turun temurun. Suatu cerita tradisional dapat disebar secara luas ke berbagai tempat. Kemudian cerita itu disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.
Menurut Anna (2011) dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Kisah dongeng yang sering diangkat menjadi saduran dari kebanyakan sastrawan dan penerbit, lalu dimodifikasi menjadi dongeng modern. Salah satu dongeng yang sampai saat ini masih diminati anak-anak ialah kisah 1001 malam dengan tokohnya bernama Abunawas. Sekarang kisah asli dari dongeng tersebut hanya diambil sebagian-sebagian, kemudian dimodifikasi dan ditambah, bahkan ada yang diganti sehingga melenceng jauh dari kisah dongeng aslinya, kisah aslinya seakan telah ditelan zaman.Sedangkan cerita yang berisi tokoh para hewan disebut dengan fabel.
Kegiatan mendongeng di zaman sekarang sudah tidak lagi sepopuler dulu. Padahal banyak manfaat dari kegiatan dongeng tersebut. Adapun manfaat yang akan didapatkan oleh anak dari kegiatan berdongeng yaitu sebagai berikut:
Pertama, mengasah daya pikir dan imajinasinya. Anak akan memvisualisasikan latar, tokoh dan keseluruhan situasi yang terjadi dalam sebuah dongeng, sehingga daya kreativitasnya dalam berimajinasi akan senantiasa dipicu. Dari sinilah jika dongeng di berikan dengan kontinuitas yang relatif stabil maka daya kreasi anak pun akan semakin terpicu untuk lebih kreatif lagi. Hal yang belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi. Jika menonton TV anak belum tentu mengembangkan daya visualnya karena sudah ada gambar yang dapat dilihat dari suatu cerita tersebut. Hal ini akan menyebabkan anak kurang kreatif. Jika dengan dongeng anak dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan. Ia dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut bahkan terkadang anak masuk kedalam salah satu tokoh dongeng itu. Lama-kelamaan anak dapat melatih kreativitas dengan cara ini.
Kedua, metode penyampaian pesan moral yang efektif. Stimulasi melalui dongeng akan mampu merangsang kepekaan anak terhadap berbagai situasi sosial. Mereka akan belajar untuk lebih berempati pada lingkungan sekitarnya. Dongeng akan mempermudah orangtua dalam menyampaikan pesan moral kepada anaknya. Dalam hal ini, nasihat atau pesan pesan moral yang disampaikan orang tua kepada anaknya, akan lebih cepat diresapi dan diterima oleh pendengar (anak anak) melalui dongeng. Kemasan cerita yang di pilih memang menjadi salah satu penentu muatan moral yang disampaikan. Ada banyak nilai moral yang bisa kita petik dari dongeng, misalnya kejujuran, kesetiakawanan, sifat rendah hati, pekerja keras, baik hati, suka menolong, dan lain sebagainya. Orangtua yang membacakan dongeng bisa menjelaskan dan mengajak anak untuk meneladani sifat baik sang tokoh utama, serta nilai-nilai moral yang mulia yang ada pada dongeng. Dalam kondisi yang rileks ketika sedang didongengkan, anak akan menyelami betul karakter baik para tokoh, serta perilaku positif yang muncul dalam dongeng yang dimaksud. Dengan demikian, mereka pun akan tumbuh dewasa sebagai pribadi yang hangat dan sangat paham akan nilai moral dan etika yang berlaku di masyarakat.
Ketigamenumbuhkan minat baca. Secara tak langsung, anak-anak yang sering mendengarkan dongeng akan memiliki rasa penasaran yang lebih tinggi. Baik dari segi penalarannya anak akan semakin kuat. Cara yang paling mudah untuk mendongeng adalah dengan membacakan buku cerita kepada mereka. Jika ingin memiliki anak yang mempunyai minat baca yang baik, maka mendongeng adalah jalan menuju hal tersebut. Dengan memberikan cerita dongeng anak-anak, maka anak-anak akan tertarik dan rasa penasaran ini membuat mereka ingin mencari tahu. Inilah dimana keinginan untuk membaca menjadi semakin meningkat. Dengan membacakan buku cerita yang menarik kepada anak adalah cara paling mudah yang bisa kita lakukan. Diawali dengan buku-buku dongeng bergambar yang sering didengarnya, kemudian meluas pada buku-buku lain seperti buku pengetahuan, sains, agama, dan sebagainya.
Keempat, Dongeng menjadi sebuah jembatan spiritual yang mengarah pada kedekatan emosional antara pendongeng dan penyimaknya. Mendongeng kepada anak bisa membangkitkan kecerdasan emosional mereka dan ini juga sarana hebat yang mampu merekatkan hubungan ibu dan anak. Seperti yang kita tahu bahwa anak-anak mempunyai kesulitan dalam mempelajari nilai-nilai moral dalam kehidupan. Dengan dongeng maka kita bisa memberikan contoh melalui tokoh dalam cerita yang kita dongengkan. Dongeng akan membantu anak dalam menyerap nilai-nilai emosional pada sesama. Tidak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan emosional juga penting disamping kecerdasan kognitif. Kecerdasan emosional sangat penting bagi kehidupan sosial mereka kelak. Dalam hal ini orang tua sebagai pendongeng akan mendapat nilai plus dari anaknya, sehingga kedekatan emosional itu menjadi sebuah manfaat yang secara tidak langsung diperoleh dari aktifitas mendongeng. Selain mendekatkan keakraban ibu dan anak, mendongeng ternyata bisa membangun kecerdasan emosional anak. Anak-anak akan belajar tentang nilai-nilai moral dalam kehidupan. "Anak-anak kecil sulit untuk belajar tentang berbagai hal yang abstrak, seperti kebaikan pada sesama. Tetapi dengan dongeng, anak akan terbantu dalam memahami nilai-nilai emosional pada sesama.
Kelima, Meningkatkan Keterampilan dalam Berbahasa. Mendengarkan dongeng merupakan salah satu stimulasi dini yang bisa digunakan untuk merangsang keterampilan berbahasa pada anak. Anak yang sedang menyimak dongeng secara otomatis juga akan memperhatikan kosa kata dan unsur-unsur bahasa lainnya yang terkandung dalam dongeng tersebut. Dengan demikian, kemampuan berbahasa mereka akan semakin meningkat. Dampak positif itu akan sangat terasa ketika anak-anak sudah dewasa. Tutur kata mereka akan sangat rapi, logis, dan memikat. Tidak hanya itu, mereka juga akan mampu menuliskan pendapat atau isi pikiran ke dalam tulisan yang teratur dan mudah dipahami.
Keenam, Meningkatkan keterampilan problem solving. Anak-anak yang sejak kecilnya sering mendengarkan dongeng, ia akan terbiasa menghadapi berbagai masalah dan ia juga mampu mengatasi masalah tersebut. Karena sejak didengarkan dongeng ia sudah banyak mendengrkan isi dari cerita tersebut yang mengandung banyak unsur masalah dan problem solvingnya.
Dari sekian manfaat dongeng untuk anak, orang tua hendaknya harus bisa memilih dongeng yang sesuai untuk perkembangan psikologi anak dan yang mengandung unsur mendidik anak. Dengan demikian mari kita budayakan kembali mendongeng sebagai salah satu budaya yang memilki nilai nilai pelestarian budaya yang luhur ini.  Selain itu sisi positifnya yang ada antara perkembangan psikologi anak, perkembangan wawasan orang tua, serta hubungan antara orang tua dan anak bisa menjadi salah satu alasan untuk kita membiasakan mendongeng kepada anak.
Mulyanah
Alumni Mahasiswa UIN Bandung

No comments:

Post a Comment