Hey jumpa
lagi dengan si pengeluh…. Ini efek nonton sponge bob dengan tokoh plangton yang
hobbynya mengeluh setiap harinya dan iri dengan kesuksesan oran lain. Tapi
berbeda dengan aku. Aku iri melihat orang lain sukses, tapi aku tidak sepicik
plangton yang selalu berusaha mencuri resep craby patynya tuan crept.
Melihat
kehidupan orang-orang kaya itu kaya enaaaaaaaaak banget. Mau apa aja ada. Mau
piknik, mau shopping, mau makan pizza sebanyak apapun moal mikirin duit da
duitnya ge masih loba. Kadang aku heran melihat para pengusaha muda. Ko bisa
semuda itu mereka sudah mempunyai usaha sendiri, punya rumah sendiri, mobil
sendiri dan lain sebagainya. Kadang aku selalu berpikir ah itu pasti faktor
orangtua mereka yang kaya dan memberikan mereka modal sehingga ga menutup
kemungkinan mereka akan kaya diwaktu yhang masih muda,,,,, (iri aslina
mah,,,,hihihi) J J J J J
Kata
Agnes Monica “salah satu tokoh idolaku” Dreams,
Believe, make it happen. Jangan takut untuk bermimpi jika kita ingin
sukses. Pada dasarnya aku sendiri tidak pernah takut untuk bermimpi. Bermimpi,
menghayal adalah hobiku, kebiasaanku jika aku ga bisa tidur. Dari pada ngayalin
setan mending ngayal kesuksesanku aja, hahahah……. Memang sangat mudah untuk
bermimpi, dalam mimpi semua yang kita cita-citakan dapat tercapai. Mau jadi apa
kalian? Silahkan bermimpi nikmatilah mimpi kalian karena dalam mimpi kita
senang. Kalau kalian ingin mewujudka mimpi kalian dalam kehidupan yang real,
maka bangunlah dan raihlah mimpi kalian….. “ Usaha meeeennnn” ……. Tapi jika itu
tidak mungkin tercapai ya sudah silahkan tidur aja deh selamanya jangan pernah
bangun karena akan menyakitkan kalian “mati aja bro” hahaha……………
Hari ini
akan ada tambahan pengangguran lagi bray. Ada salah satu kampus yang hari ini
melaksanakan WISUDA. Huft nambah lagi donk saingan aku dalam merebutkan
PEKERJAAN. Heh!!!! Bagi para mahasiswa yang masih duduk dibangku kuliah, kalian
jangan dulu mau di wisuda yaa…. Sudah medingan kalian kuliah aja atau jadi
Mahasiswa Abadi yang sukses…..hehehehe….(gelo sugan)….
Beban
moril seorang sarjana itu berat sekali, tuntutan demi tuntutan semakin banyak.
Apalagi bagi sarjana yang menajdi tulang punggung keluarga. Huhh bakal nyesek
kalo ga langsung dapet kerja.
Bagi
orang yang mempunyai harta yang berlimpah, ngapain kerja mending usaha, eh
mending diem dirumah wae ketang….. Tapi buat oran kaya aku ini, gimana mu usaha
da euweuh modal, hahahah….. mau pinjam ke BANK, harus punya jaminan. Apa jaminan
buat seorang pengangguran? Aku sih mau merelakan diri aku untuk jaminannya,
dengan mengabdikan menjadi pegawai bank tersebut, walaupun ga di bayar. Tapi da
moal daek atuh bank na oge ari jaminannya gitu mah,,,,,,hehehehe
Coba kalo
aku punya uang segudang. Aku akan jadi pemodal untuk para Sarjana yang sudah
putus asa dan hendak mengakhiri hidupnya untuk membuka usaha. Dengan itu kan
para sarjana muda yang menjadi pengangguran bisa memulai bisinisnya. Walaupun
kecil-kecilan nu peting tidak menjadi buronan keluarga.
Selama
aku jadi pengangguran. Hidupku sangat miris. Harus menyaksikan kesulitan
bapakku dalam mencari uang. Bapakku sekarang pegangguran. Ia tidak lagi menjadi
pedagang. Uang yang kami dapatkan hanya diperoleh dari penjualan buah mangga
dari kebon mangga, melanjakan sawah. Dan jika tabungan dari itu habis, maka
kami akan menghutang ke kakak/adeknya bapak aku.
Setiap
kali aku minta uang ke ibuku, beliau bilang “langka nok duite gah, langka
sepeser-peser acan”. Denger jawaban itu. Darahku langsung mengalir deras
sekali, dan hampir muncrat lah, lemes sekali tubuhku. Air mata ini sudah tidak
bisa dibendung lagi. Ya sudah kalau begini saya nangis lagi. L L L L L
Kadang
saya berpikir, gimana saya mau melamar kerja, orang ongkos buat ngeposinnya
juga ga ada. Keputusasaanku pun muncul, gimana saya dapet kerja, orang
ngelamrnya juga enggak. Apa aku harus jadi honorer aja gitu? Nu penting kerja,
biar orang tuaku tidak menjadi bahan cemohan tetangga dan sodara-sodaraya. Tapi
aku belum berminat untuk ngajar ya Allah, berikanlah pekerjaan yang saya
inginkan ya Allah. Aaamiiiiiin Ya Robbal’alamiiin……
No comments:
Post a Comment