The Story of My Life

This is all about my life

Saturday, November 3, 2012

WISUDA (WIlujeung SUsah DAmel)


Kisah sedih setelah lulus kulaih. Apa yang dikatakan orang dengan singkatan WISUDA (WIlujeung SUsah DAmel) itu benar2 terjadi pada hidupku. Ketika aku masih jadi mahasiswa, aku selalu berpikir positif akan kesuksesanku setelah lulus kuliah nanti. Tapi ternyata  Aku jadi pengangguran. Hampir 2 bulan aku belum medapat kerjaan. Malang sekali nasib ku ini. Setiap event JOB FAIR aku datangin, setiap hari sabtu aku beli koran PR dan melamar untuk menjadai pegawai, tapi tak satupun namaku nyangkut di perusahaan ternama. Apa yang salah dengan ini?
Entah apa yang menyebabkan aku menjadi seorang pengangguran. Aku selalu berpikir apa gara2 nama kampusku yang tidak pernah terdaftar di perusahaan mereka? Atau karena IPK ku kecil? Atau karena aku tidak mempunyai skill? Tapi aku tidak boleh meyalahkan faktor-faktor eksternal yang menyebabkan aku seperti ini. Aku harus instrospeksi diri saja lah. Yaah kayanya itu lebih baik.
Hampir setiap hari aku habiskan untuk menoton tv, mulai bangun tidur sampai aku tertidur lagi hanya tv lah sahabat setiaku selama aku menjadi pengangguran. Acara TV pun akhirnya saya hafal setiap jamnya. Dan dari situlah aku mulai menyukai sinetron (biar lebay ala artis sinetron).
Bosan nonton tv, saya tidur. Apalagi coba kerjaan seorang pengangguran kaya saya ini. Saya  bosan untuk melamar pekerjaan, karena ujung-ujungnya tidak ada respon dari mereka. Zaman sekarang memang susah sekali mecari kerja “itu menurut  versi keputusasaan seorang pengangguran”. J J J J
Niatnya lulus kuliah langsung kerja dan memperbaiki ekonomi keluarga yang sudah sekarat kadal. Uang orang tua saya habis untuk menguliahkan saya. Belum ketipu untuk membayar calo kaka saya yang hendak daftar PNS!!!!!
Ditambah permasalahan kaka saya dan keluarganya. Memang sih itu bukan urusan saya, tapi karena kita satu atap ya apa boleh buat itu menambah beban pikiran saya lagi.
Menjadi sarjana psikologi itu memang berat ya, masalahnya di orang ko kita yang repot, kita yang ikut serta memikirkan masalah yg mereka hadapi. Kita menjadi tumpahan pahit manis, asam asin cerita orang-orang yang belum mendapat kebahagian. But it’s nothing for me. Saya akan menimba ilmu dari itu.
Setiap hari beban morilku bertambah. Keuangan keluarga yang semakin tipis bahkan sudah tidak punya uang sepeserpun bray,,,, untung saja kami ikhlas dengan semua ujian yang Allah berikan kepada kami. Aku selalu berdoa semoga kami kuat dalam menjalani cobaan yang sedang Allah berikan. J J J J J
Ayahku yang semakin tua, telapak kakinya sudah mulai mengeras dan pecah-pecah, tapi iya tetap semangat untuk kita kluarganya. Disaat pompa air sudah tidak mengeluarkan air karena sumber air yang mengering, ia menghabiskan waktunya untuk menimba air ke tetangga yang berat timbaan tersebut hampir 30 kg, itu demi anak-anaknya yang hendak berangkat kerja. Ayah rela kepanasan dan memikul air yang begitu berat bebannya asalkan anak-anaknya dapat mandi dan bekerja.
Kebanggan ayahku adalah ketika melihat anak-anaknya menjadi PNS. Berapapun uang yang akan dikeluarkan olehnya tidak masalah asalkan anak-anaknya menjadi PNS. Tapi tidak dengan aku ayah, aku tidak mau memakan uang rakyat. NO PNS !!!!!!.
Ayah, PNS itu bukan segala-galanya. Kita belum tentu menjadi orang yang sukses, berkecukupan dan bahagia ketika menjadi PNS. Aku tidak akan bias membalas materil yang ayah berikan jika aku hanya seorang PNS. Kalupun aku bisa, itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Ayah…… izinkan aku untuk merantau lagi. L L L
Ingin sekali ada keajaiban dari Allah, yang memutar kesusahaku menjadi kesuksesanku. Heum tapi itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh dana dan waktu yang panjang untuk menjadi sukses. Dengan syukur atas nikmat yang Allah berikan, Insyaalloh kita akan diberikan kesuksesan dan kebahagiaan amiin.

No comments:

Post a Comment