Kisah sedih setelah lulus kulaih. Apa yang dikatakan orang
dengan singkatan WISUDA (WIlujeung SUsah DAmel) itu benar2 terjadi pada
hidupku. Ketika aku masih jadi mahasiswa, aku selalu berpikir positif akan
kesuksesanku setelah lulus kuliah nanti. Tapi ternyata Aku jadi pengangguran. Hampir 2 bulan aku
belum medapat kerjaan. Malang sekali nasib ku ini. Setiap event JOB FAIR aku
datangin, setiap hari sabtu aku beli koran PR dan melamar untuk menjadai
pegawai, tapi tak satupun namaku nyangkut di perusahaan ternama. Apa yang salah
dengan ini?
Entah apa yang menyebabkan aku menjadi seorang pengangguran. Aku
selalu berpikir apa gara2 nama kampusku yang tidak pernah terdaftar di
perusahaan mereka? Atau karena IPK ku kecil? Atau karena aku tidak mempunyai
skill? Tapi aku tidak boleh meyalahkan faktor-faktor eksternal yang menyebabkan
aku seperti ini. Aku harus instrospeksi diri saja lah. Yaah kayanya itu lebih
baik.
Hampir setiap hari aku habiskan untuk menoton tv, mulai bangun
tidur sampai aku tertidur lagi hanya tv lah sahabat setiaku selama aku menjadi
pengangguran. Acara TV pun akhirnya saya hafal setiap jamnya. Dan dari situlah
aku mulai menyukai sinetron (biar lebay ala artis sinetron).
Bosan nonton tv, saya tidur. Apalagi coba kerjaan seorang
pengangguran kaya saya ini. Saya bosan
untuk melamar pekerjaan, karena ujung-ujungnya tidak ada respon dari mereka.
Zaman sekarang memang susah sekali mecari kerja “itu menurut versi keputusasaan seorang pengangguran”. J J J J
Niatnya lulus kuliah langsung kerja dan memperbaiki ekonomi
keluarga yang sudah sekarat kadal. Uang orang tua saya habis untuk menguliahkan
saya. Belum ketipu untuk membayar calo kaka saya yang hendak daftar PNS!!!!!
Ditambah permasalahan kaka saya dan keluarganya. Memang sih
itu bukan urusan saya, tapi karena kita satu atap ya apa boleh buat itu menambah
beban pikiran saya lagi.
Menjadi sarjana psikologi itu memang berat ya, masalahnya di
orang ko kita yang repot, kita yang ikut serta memikirkan masalah yg mereka
hadapi. Kita menjadi tumpahan pahit manis, asam asin cerita orang-orang yang
belum mendapat kebahagian. But it’s nothing for me. Saya akan menimba ilmu dari
itu.
Setiap hari beban morilku bertambah. Keuangan keluarga yang
semakin tipis bahkan sudah tidak punya uang sepeserpun bray,,,, untung saja
kami ikhlas dengan semua ujian yang Allah berikan kepada kami. Aku selalu
berdoa semoga kami kuat dalam menjalani cobaan yang sedang Allah berikan. J J J J J
Ayahku yang semakin tua, telapak kakinya sudah mulai mengeras
dan pecah-pecah, tapi iya tetap semangat untuk kita kluarganya. Disaat pompa
air sudah tidak mengeluarkan air karena sumber air yang mengering, ia
menghabiskan waktunya untuk menimba air ke tetangga yang berat timbaan tersebut
hampir 30 kg, itu demi anak-anaknya yang hendak berangkat kerja. Ayah rela
kepanasan dan memikul air yang begitu berat bebannya asalkan anak-anaknya dapat
mandi dan bekerja.
Kebanggan ayahku adalah ketika melihat anak-anaknya menjadi
PNS. Berapapun uang yang akan dikeluarkan olehnya tidak masalah asalkan
anak-anaknya menjadi PNS. Tapi tidak dengan aku ayah, aku tidak mau memakan
uang rakyat. NO PNS !!!!!!.
Ayah, PNS itu bukan segala-galanya. Kita belum tentu menjadi
orang yang sukses, berkecukupan dan bahagia ketika menjadi PNS. Aku tidak akan
bias membalas materil yang ayah berikan jika aku hanya seorang PNS. Kalupun aku
bisa, itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Ayah…… izinkan aku untuk
merantau lagi. L L L
Ingin sekali ada keajaiban dari Allah, yang memutar kesusahaku
menjadi kesuksesanku. Heum tapi itu tak semudah membalikkan telapak tangan.
Butuh dana dan waktu yang panjang untuk menjadi sukses. Dengan syukur atas
nikmat yang Allah berikan, Insyaalloh kita akan diberikan kesuksesan dan
kebahagiaan amiin.
No comments:
Post a Comment