The Story of My Life

This is all about my life

Saturday, November 3, 2012

Wake UP

Hey aku mulai bagkit lagi. Aku tidak mungkin hanya diam dirumah dan menonton tv saja. Ada banyak hal yang harus aku lakukan diluar sana. Biarlah apa kata orang tentang keberadaanku selama ini. Aku harus move on dari pengangguran yang hampir saja membunuh ku.
Bermula dari mengetik surat lamaran kerja dan mencari pekerjaan di Koran. Koran yang aku baca sekarag yaitu kora 3 wilayah Cirebon saja. Karena kalo baca koran Bandung, aku akan tergiur untuk melamar kerja disana dan aku akan meninggalkan mimi lagi dan akan menyakiti hati mimi. Cukup sudah aku merantau katanya. Sekarang beliau bilang aku harus dirumah menemani masa tuanya. Tapi aku belum puas untuk merantau. Aku ingin merantau lagi dan lagi. Di kampung saya kurang PD untuk bereksperimen. Dan orang-orang disekitar sayapun bakal tidak merespon akan apa yang saya lakukan. Karena saya bukan siapa-siapa, saya adalah bayi yang baru brojol. Moal di anggap ku masyarakat.
Hari ini mungkin dalam hati ibu saya menangis, melihat anaknya hanya mengetik dan tak satu kerjaan rumahpun saya bantu. Bu, sebenarnya saya juga menangis, sakit banget rasanya. Aku juga malu bu diem dirumah terus, aku juga igin kerja bu, tapi aku belum mau untuk jadi guru honorer (jujur saja karena gajinya kecil). Tapi kalo itu yang kau inginkan tidak mengapa, asalkan ibu senang aku siap melakukannya.
Berat sekali memutuskan untuk pulang ke Indramayu dan berkarir disini. Karena pada dasarnya Indramayu, kota yang sangat sepi. Semua orang yang ada di dalamnya pergi dan merantau. Indramayu kota mangga kelahiranku. Dibumi inilah seharusnya aku Berjaya. Tapi aku kecewa dengan Indramayu yang tidak mendukungku untuk berkarya…..hiks…hiks…hiks…eh tapi aku kan janji tidak boleh menyalahkan factor eksrternal. This my mistakes. Not from other.
Ibuku sangat menginginkan aku untuk tinggal di Indramayu. Tapi, sudah hampir 1 bulan aku tinggal disni, aku belum mendapakan apa-apa. Malah membuat repot kedua orangtuaku. Orang-0rang Indramayu malah merantau ke Jakarta, Bandung, Jogja, Bekasi, Bogor. Yaaahh sedangkan aku malah disuruh pulag kampung.
Ya sudah kita sudaihi saja keluhanku di pagi ini, sayang sekali jika aku terus mengeluh, padahal hari ini matahari bersinar terang sekali, dan beberapa saat kemudian akan memancarkan sinar panasnya yang membuat aku tak akan betah lama-lama tinggal di Indramayu.
Aku mau cerita yang lain aja deh biar sesekali tulisanku tidak dipenuhi dengan keluhan-keluhan yang amat sangan menjijikan,,,,,,,hahahahah…………
Sukses!!!!!!
Kata yang sangat didambakan oleh setiap orang. Orang akan rela melakukan apapun asalkan ia menjadi sukses. Orang akan menghambur-hamburkan uangnya untuk sekolah, untuk berwirausaha demi kesuksesan yang akan diraihnya kelak. Kesuksesan tidak dipengaruhi oleh factor pendidikan saja. Banyak sekali orang yang sukses hanya tamatan SD. Tetangga saya yang tamatan SD saja umur 20 tahun dia sudaah menjadi orang kaya, sudah menjadi bos, mempunyai rumah sendiri, mempunyai mobil sendiri. Yaaah pokoknya orang kaya gima sih segalanya ada. Kalau kita pikir-pikir sungguh ironis hanya lulusan SD tapi dia sudah sesukses itu. Kalau kita lihat tetangga aku itu waktu SD nya heum…..pernah beberapa kali tidak naik kelas……hihihihih…..(rahasia perusahaan). Tapi sekarang tidak menutp kemungkinan dia menjadi sukses. berarti benarkan sukses itu tidak dipengaruhi oleh factor pendidikan. Pendidikan hanya menunjang seseorang untuk menjadi lebih sukses. Buktinya orang lulusan SD aja bisa sukses, apalagi para Sarjana. Seharusnya lebih sukses dari itu.
Jangan bersedih para Sarjana yang masih menjadi pengangguran. Kalo lamara kalian belum ada yang nyangkut di perusahaan manapun, berarti ada yang ga beres nih…..coba deh kita lihat lagi apakah ada kesalahan dalam membuat surat lamaran kah, CV yang kurang jelas, atau apa,,,, coba kalian cek kembali.
Kadang kita merasa usaha kita udah semaksimal mungkin, tapi yang maha pembuat keputusan belum memberikan kita Job, yaaa berarti itu memang menurut-Nya usaha kita masih belum ada apa-apanya. Jadi jangan pernah menyerah untuk berusaha, melamar-dan melamar lagi. Insya Allah ada jalan. Berdoa, dan berusaha kunci kesuksesan kita. Dan harus seimbang kedua hal itu.

No comments:

Post a Comment